Mewaspadai Kesyirikan

Assalamu’alaikum,wr,wb. Sahabat dakwah yang dirahmati Allah swt, beberapa waktu lalu, DKM (AQL) Islamic Center mengadakan Kuliah Dhuha yang menampilkan Ustaz Muh Zaitun Rasmin MA. Beliau adalah Pimpinan Wahdah Islamiyah dan salah seorang Pendiri Majelis Ulama dan Intelektual Muda Indonesia (MIUMI).

Kuliah Dhuha kali ini bertema “Syirik, dosa yang tidak diampuni Allah SWT”. Alhamdulillah  Kuliah Dhuha dihadiri puluhan jamaah ikhwan dan akhwat. Berikut ringkasan yang ditulis oleh Muhammad Aly El-Bhoney dari AQL. Selamat membaca!

*****

Alllah swt. Allah berfirman Dalam Al-Qur’an :

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”. (An-Nisa’: 116)

 

Untuk memuliakan dan menjaga keimanan seseorang adalah dengan cara membentengi dari Hal-hal yang dapat merusak keimanan kita, karena keimanan seorang hanya bisa di katan(يذيد وينقص) bertambah & berkurang.

Orang yang berbuat syirik kepada Allah haram baginya Surga, dengan firmannya :

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Artinya : “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Al-Ma’idah  : 72)

Saudara dan teman yang di rahmati Allah swt…Marilah kita mentadabburi dan menghayati Ayat Allah Di bawa ini

Dalam surat Al Ikhlas ditegaskan:

Katakanlah: Allah itu Satu. Allah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak diperanakan. Dan tak ada satu pun yang setara dengannya.” [Al Ikhlas 1-4]

Selain Syirik Besar di atas yaitu menyembah Tuhan selain Allah, ada lagi syirik yang lebih kecil derajadnya meski tetap saja besar dosanya. Di antaranya:

 

1. PERGI KE DUKUN

Banyak orang yang pergi ke dukun atau “Orang Pintar” untuk mendapat kekayaan, jabatan, wanita, dan sebagainya. Padahal itu termasuk syirik. Dosa.

مَنْ أََتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فِيْمَا يَقُوْلَ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Barangsiapa yang mendatangi dukun dan membenarkan apa-apa yang diucapkannya, maka dia telah kufur terhadap apa-apa yang diturunkan kepada Muhammad .” (HR. Abu Dawud).

Hadits tersebut menunjukkan bahwa mendatangi dan bertanya kepada dukun merupakan dosa besar. Bahkan bila membenarkan keyakinan dukun dan seluruh apa-apa yang diucapkannya bisa menyebabkan kekufuran.

Demikian pula mendatangi tukang sihir untuk berobat atau semisalnya merupakan perbuatan dosa besar, bahkan bisa pula menyebabkan kekufuran bila ia meyakini bahwa tukang sihir tersebut bisa mendatangkan manfa’at dan menolak mudharat dengan sendirinya, selain Allah .

Rasulullah bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ أَوْ تَكَهَّنَ أو تُكُهِّنَ لَهُ أَوْ سَحَرَ أَو سُحِرَ لَهُ

Bukan termasuk golonganku yang mengundi nasib dengan burung dan semisalnya atau minta diundikan baginya, meramal sesuatu yang ghaib atau minta diramalkan untuknya, serta melakukan sihir atau disihirkan untuknya.” (HR. Ath Thabrani).

Jadi sangat disayangkan jika ada ummat Islam yang pergi ke dukun-dukun atau orang pintar.

 

2. BERTANYA PADA PERAMAL

Rasulullahbersabda:
مَنْ أََتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْئٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعُوْنَ لَيْلَةً

Barangsiapa yang mendatangi ‘Arraf (Orang pintar, dukun), dan menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain:

Kita harus yakin bahwa selain Allah, tidak ada yang tahu perkara yang gaib termasuk para peramal tersebut.

Allah berfirman (artinya): “Katakanlah, tidak ada seorangpun yang ada di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah.” (An Naml: 65).

Jangankan mengetahui hal yangg ghaib, mengetahui hal yang sudah terjadi atau pengetahuan umum saja para peramal tersebut belum tentu bisa. Pernah ada peramal yang ikut lomba kuis namun kalah karena tidak bisa menjawab pertanyaan tentang hal-hal yang sebenarnya sudah terjadi. Jika yang sudah terjadi saja tidak tahu, tentu dia juga tidak mengetahui apa yang belum terjadi.

 

3. PERCAYA ADANYA KEKUATAN SELAIN ALLAH
Banyak di antara kita yang meyakini adanya benda-benda yang mempunyai kekuatan ghaib seperti cincin wasiat, keris pusaka, jimat, dan sebagainya. Mereka menganggap benda-benda tersebut bisa memberi kekuatan, perlindungan, kekayaan, dan sebagainya. Padahal itu adalah syirik kecil.

Abu Musa al-Asy’ari berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “Wahai Abdullah Ibnu Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu satu simpanan dari beberapa simpanan surga? Yaitu, (artinya = Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah)”. Muttafaq Alaihi.

 

4. PERCAYA DOKTER, TABIB, ATAU OBAT YANG MENYEMBUHKAN

Sebagai seorang Muslim, kita wajib beriman bahwa Allah yang menyembuhkan penyakit kita. Bukan obat, dokter, tabib, dan sebagainya. Meski kita pergi ke dokter/tabib dan minum obat, jika Allah tidak mengizinkan, niscaya kita tidak akan sembuh.

Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku” [Asy Syu’araa’ 80]

Meski Allah menurunkan bermacam obat seperti madu, habbatus saudah, bekam, dan sebagainya, namun itu semua hanya perantara/ikhtiar saja. Jika Allah tidak mengizinkan, niscaya orang tersebut tidak akan sembuh juga.

Pernah ada seorang pembekam yang begitu yakin dan takjub akan khasiat bekam karena menurutnya bisa menyembuhkan stroke. Namun dalam waktu kurang dari sebulan setelah dia mengatakan itu, orang yang dia bekam meninggal dunia. Meski memang usia pasiennya sudah tua, namun hendaknya kita tidak takabbur sehingga mempersekutukan Allah dengan yang lain. Yang Maha Menyembuhkan adalah Allah. Bukan yang lain. Segala macam obat atau pun tabib itu hanya perantara saja. Tidak lebih.

Jadi jika ada Dokter/Tabib mengaku dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit tanpa menyebut insya Allah atau bi idznillah, hendaknya istighfar. Karena selain takabbur juga sudah menyerempet-nyerempet kepada syirik.

Saudara-saudara Yang di rahmati Allah swt : bagaimana kesyirikan itu terjadi kepada seseorang adalah dengan bentuk-bentuknya sebagai berikut :

1. Kesyirikan dalam Uluhiyah dan Ubudiayah dalam kehidupan sehari-hari.

2. Kesyirikan dalam berdo’a dengan cara meminta kepada sesuatu selain Allah swt

3. Meminta kepada Nabi-Nabi Allah swt.

4. Menyembeli bukan karena Allah swt

5. Syirik di dalam Rububiyah ( dalam kekuasaan Allah swt ) yaitu ketika ada seseorang yang meyakini di luar daripada kekuasaan Allah swt.

6. Memberikan Aturan yang bertentangan dengan undang-undang Allah dalam Al-Qur’an.

 

Saudara dan sahabat dakwah yang d rahmati Allah swt, hendaklah kita semua menjaga dan mewaspadai diri kita dalam kehidupan sehari-hari dari bahaya syirik. Kini kita mengerti, jika meminum obat, jangan mengatakan obatlah yang menyembuhkan dari penyakit, tapi Allah lah yang menyembuhkan dari penyakit. Ketika ditolong oleh seseorang, jangan berkayikinan kepada orang tersebut dia sudah menolong kita, tapi katakanlah “Bahwa Allah yang menolong hambah ini lewat perantara hambanya sebagaimana dalam pepatah Arab mengatakan :

الله في عون العبد مادام العبد في عون أخيه

Artinya : “Allah membantu Hamba-Nya selama Hamba itu membantu Saudaranya”. Oleh karena itu, marilah kita semua bermuhaasabah dan memperbaiki diri dalam ibadah dan ketaatan kepada Allah swt. Mudah-mudahan Allah merahmati kita semua dengan Al-qur’an tetap istqomah dalam menjalankan perintah Allah swt dan menjauhi segala larangannya. (Muhammad Aly El-Bhoney)Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s