Berpegang Teguh pada al-Qur’an dan Hadits

Image

Assalamu’alaikum. Sahabat dakwah yang dirahmati Allah swt, bertepatan pada Hari Ahad, 27 Mei 2012 Pukul 08.00-10.30 WIB, DKM (AQL) Islamic Center mengadakan Kuliah Dhuha yang ke-VII. Yang memberikan kuliah kali ini adalah DR. Daud Rasyid. Beliau adalah Doktor dalam Ilmu Hadits dari Al-Azhar University. Saat ini mengajar sebagai Dosen di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta-Selatan.

Dalam kuliahnya, DR. Daud mengambil tema “Mari Perdalam Ilmu Hadits”. Mengapa kita harus memperdalam? Sebab, hadist merupakan sumber kedua dari syariat Islam, setelah al-Qur’an. Dalam hadist, ummat Islam akan mendapatkan perintah, larangan, maupun informasi secara detail.

Saudaraku, berikut ini tulisan dari sahabat kita Muhammad Aly-El-Bhoney mengenai rangkuman kuliah dhuha pagi ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

***

Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an :

مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ(الحشر :7)

Artinya : ”Apa yang Allah telah limpahkan kepada Rasul-Nya dari orang-orang desa semesta Nabi dan orang kerabat dan anak yatim dan orang miskin dan musafir itu, agar tidak menjadi negara antara kaya Anda. Dan diperintahkan Fajdhuh Messenger dan apapun dia melarang, menhauhkan diri, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras siksaan

 (Al-Hasyr: 7)

Di dalam Al-Qur’an ditegaskan hukuman kepada orang yang mencuri adalah potong tangan. Namun, Al-Qur’an tidak menjelaskan bagaimana cara dan sampai batas mana tangan yang harus dipotong bagi orang yang mencuri. Di sinilah peran hadist. Bahwa hadits Rasulullah saw menjelaskan, cara memotong tangan bagi si Pencuri. Begitu pula Rasulullah saw menegaskan bagaimana hukuman orang yang melakukan Homoseksual dalam hadis berikut ini:

عن ابن عباس – رضي الله عنهما – قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : ” من وجدتموه يعمل عمل قوم لوط ، فاقتلوا الفاعل والمفعول “

Artinya : Ibnu Abbas – semoga Allah meridhai mereka – berkata: Rasulullah – saw – “Ia bekerja dan Anda benar-benar menemukan bahwa rakyat Luth, membunuh aktor dan objek.”

Saudaraku yang dimuliakan Allah swt. Saat ini banyak orang yang sengaja memainkan akalmereka untuk mengkritisi hadits-hadits dan perkataan Rasulullah saw. Tak sedikit pula orang yang menolak hadits, hanya karena masalah akal dan logika. Mereka tak percaya lagi, bahwa perkataan Rasulullah pasti benar. Meski memang harus menelusuri asal hadist tersebut dan apakah hadits tersebut Shahih atau benar-benar perawinya kuat, namun mereka menolak. Inkar.

Bahwa musuh-musuh kita yang mencoba meragukan hadits dansunnah adalah mereka adalah para liberalis, yang memang dengansengaja inginmenghancurkankeyakinan kita lewatkata-kata dan aliran-aliran sesat yang mereka anut,” ujar DR. Daud.

Dalam kesempatan kuliah ini, seorang ibu bertanya berkaitan dengan hadist wanita sebagai pemimpin, “Bagaimana jika ada seorang wanita yang menjabat di berbagai perusahaan?

Menurut DR. Daud, Rasulullah pasti memiliki alasan mengapa wanita tidak diizinkan menjadi pemimpin. Bukan hendak melecehkan atau merendahkan derajat wanita. Bahwa menjadi pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar, yang wajib dipikul oleh seorang pria. Kewajiban wanita adalah melahirkan pemimpin di rumah.

Perempuan itu menjadi pemimpin di rumah bersama anak-anaknya. Apakah menjadi ibu rumah tangga itu dianggap sebagai pekerjaan hina atau rendah? Kan tidak! Lagipula, jika para wanita memiliki jabatan lebih tinggi dari suami, bisanya suaminya dianggap rendah di mata dia,” ujar DR. Daud.  Naudzubillah Min Dzaalik

Terkait dengan masalah Tenaga Kerja Wanita (TKW) ini juga perlu dikritisi. Sebab, menjadikan pola pikir ummat Islam terbalik. Istri yang justru bekerja, sementara suami tinggal di rumah. TKI yang dijalankan sejak Sudomo menjabat Menteri Tenaga Kerja ini sudah menjadi budaya. Inilah risiko jika kepemimpinan lahir bukan dalam syariat Islam. Semua berasaskan kapital atau materi.

Bagaimanapun juga, laki-laki adalah orang yang bertanggungjawab dan wajib mencari nafkah dan menjadi pemimpin bagi kaum wanita. Dan di antara pendapat yang salah mengartikan kata ‘Ar-Rijal’, yakni laki-laki atau ada yang mengartikan ‘kaki’. Artinya, siapapun yang memiliki kaki, mempunyai hak kebebasan keluar mencari nafkah dan berhak menjadi pemimpin, sebagaimana laki-laki. Waliyaadzubillah. Jika ‘Ar-Rijal’ diartikan seperti itu, maka itu merupakan pemahaman liberal, yang memang sengaja mempermainkan Al-Qur’an.

Saudaraku yang dirahmati Allah swt, orang yang mempermainkan akalnya tanpa merujuk kepada kitab Allah serta hadits shahih Rasulullah, maka mereka bebas mengeluarkan logika sendiri. Sebab, itu artinya mereka sudah mempertuhankan akal mereka sendiri.

Ummat Islam adalah masyarakat yang bersih. Namun kaum liberal tanpa berpegang Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW adalah mereka yang sesat. Bagi kita semua, syariat Islam adalah aturan yang sangat menyelamatkan kita dari jalan kesesatan menuju keridhohan Allah swt. Mudah-mudahan kita semua tetap isiqamah dalam menjalankankan syariat Islam dengan berpegang teguh kepada kitabullah dan sunnatu Rasulullah. Wallahu Musta’an. (Muhammad Aly El-Bhoney)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s