Kasus Perkosaan, Kemaksiatan, dan Penyebabnya

Meningkatnya kasus pemerkosaan dan maraknya pelecehan seksual di kendaraan umum belakangan ini, sungguh memprihatinkan kita bersama. Begitulah manusia, jika sudah tidak lagi memiliki iman dan rasa percaya bahwa Allah selalu mengawasi kita, karena setan akan selalu menggoda syahwat kita dan membujuk berbuat kriminal.

Selain pelaku, dalam kasus pemerkosaan ini sebetulnya sebagai orang yang beriman, kita juga mengerti akar permasalahan, yakni aurat. Namun ada saja yang berpendapat, pakaian tak bisa menjadi ukuran apakah seseorang pantas dilecehkan atau tidak.

Menurut mereka, pakaian tidak ada hubungannya dengan terjadinya pemerkosaan. Orang yang berpakaian tertutup tak lantas bebas dari pelecehan seksual dan pemerkosaan. Mereka mengambil contoh, di Bali, orang tetap merasa aman dan nyaman meski ‘telanjang’ di depan umum. Di Arab, meski perempuan memakai pakaian tertutup dengan abaya, pemerkosaan tetap terjadi.

Itulah pernyataan orang sekuler dan bisa menyesatkan kita. Mereka mencoba menjustifikasi, memamerkan aurat bukanlah akar masalah pemerkosaan ini. Saudaraku, sebagai orang beriman, kita tahu mengapa dalam Al-Qur’an, Allah mengatur tentang aurat. Berikut ini, sahabat kita Muhammad Aly El-Bhoney mencoba menulis tentang bagaimana Allah demikian melindungi kehormatan perempuan. Selamat membaca.

 

***

يا أيها النبي قل لأزواجك و بنتك  ونساء المؤمنين يد نين عليهن من جلا
بيبهن ذ لك أد نى أن يعرفن فلا يؤ ذين وكا ن الله غفو را ر حيما (سورة
الأ حزا ب)

 

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu. Dan istri-istri mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang“ (al-Ahdzab:59)

Jilbab merupakan benteng, cahaya, maupun penerang. Jilbab juga pelindung terhadap kejahatan, karena menjadikan perempuan tidak mudah diganggu dan terjerumus dalam kemaksiatan. Ketika kemaksiatan menumpuk, maka kemaksiatan akan menutupi cahaya iman yang ada di dalam hati.

Oleh karena itu, marilah kita kembali bertaqwa, dengan membentengi diri kita. Sebagaimana rembulan, ketika tertutup awan tebal, maka cahayanya terhalangi, tak sampai ke bumi. Oleh karena itu, perlu kiranya hati ini senantiasa diperbaiki. Segarkan kembali dengan materi-materi penguat  iman, seperti membaca dan mentadabburi ayat-ayat Qur’an, berdzikir, bertaubat, dan beristighfar kepada Allah.

Penyebab utama munculnya keinginan bermaksiat adalah rendahnya rasa takut kepada Allah swt. Allah berfirman dalam surat al-Hadid ayat 16:

Belumkah datang bagi orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik”.

Saudaraku, lemahnya rasa takut kepada Allah menunjukkan bahwa hati telah keras, gelap, dan sulit menerima kebaikan, sehingga banyak peluang bagi syaitan untuk masuk kedalam jiwa kita. Naudzubillah min dzaalik.

Ada satu kisah Yazid Arraqqasyi dan Anas bin Malik ra. Jibril  datang kepada Nabi Muhammad saw pada waktu yang tidak biasa. Ia datang dalam keadaan berubah mukanya. Maka ditanya oleh Rasulullah: ”Mengapa aku melihat kau berubah muka ? Jawabnya : ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan nyala api neraka. Maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka jahanam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.”

Lalu Nabi saw bersabda: “Ya Jibril, jelaskan padaku sifat jahanam.” Jibril menjawab: “Ya, ketika Allah menjadikan jahannam, maka dinyalakan apinya selama seribu tahun, sehingga merah. Kemudian dilanjutkan lagi seribu tahun, sehingga putih warnanya. Kemudian seribu tahun lagi, sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak. Andaikan jahanam terbuka sebesar lubang jarum, niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semua, karena panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka digantung antara langit dan bumi, niscaya akan mati panduduk bumi karena panas dan besinya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang di sebut dalam Al-Qur’an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair ke bawah bumi yang ke tujuh.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di ujung barat disiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya. Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.

Nabi saw bertanya : “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami ?” Jibril menjawab: “Tidak, setengahnya di bawah dari lainnya.

Wallahu a’lam bisshowaab. Akhir kata, kemanakah kita akan kembali? Banyak yang telah dilalaikan manusia (ber-inaabah kepada Allah) Bertaubatlah dari kemaksiatan yang kita lakukan. Jika kebaikan yang kita lakukan, maka akan dibalas dengan kebaikan. Sebaliknya, jika keburukan yang kita lakukan, maka keburukan pula yang kita terima.

Allah berfirman dalam surat az-Zalzalah ayat 7-8: “Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarah sekalipun, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sebesar dzarah sekalipun, niscaya dia akan melihat (balasannya) pula”. (Muhammad Aly El-Bhoney)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s