Mengapa Do’a Sulit Terkabul?

Image

Assalamu’alaikum. Saudaraku, seringkali kita kesal dengan Allah. Kekesalan kita disebabkan, karena kita sudah sering berdo’a dan meminta sesuatu, tetapi tidak kunjung terkabul. Kekesalan tersebut kemudian membuat kita frustrasi dan medzolimi Allah dengan menuduh Allah ingar akan janji-janji-Nya. Pikiran seperti ini sangat berbahaya.

Anda pun seringkali bertanya, jika Allah memang tidak ingkar, mengapa dalam kenyataan, do’a-do’a yang kita panjatkan tidak selalu dikabulkan, bahkan banyak do’a kita yang tidak terkabul. Saudaraku yang dimuliakan Allah. Sahabat kita, Muhammad Aly El-Bhoney mencoba menuliskan tentang hal ini.

***

Tiada satupun yang lebih mulia bagi Allah, melainkan do’a. Do’a adalah senjata dan menunjukan bukti begitu kecilnya kita sebagai hamba di hadapan Allah. Do’a juga merupakan modal utama bagi ummat Islam, sehingga kita tidak pantas menyombongkan diri, karena hanya kepada Allah sajalah kita memohon pertolongan dan perlindungan.

Allah berfirman dalam al-qur’an:

 إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُفِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ (الأعراف :40)

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan”. (al-Baqarah :40)

 

Seperti kisah Nabi Ayub as. Ia diuji oleh Allah dengan bencana yang menimpa fisiknya. Tubuhnya tak menyisakan satu lobang jarum pun yang sehat. Tak ada sesuatu dan seorang pun di dunia ini, yang dapat menolongnya, selain istrinya yang tetap memelihara cintanya karena Allah.

Saat sakit, istri Nabi Ayub selalu melayani dan mendo’akan sang suami, untuk diberikan kesembuhan. Maka Allah mengabulkan do’a dan permohonannya. Lalu Allah memerintahkan Nabi Ayub untuk bangkit dan menjejakkan kaki ke tanah. Seketika, tanah itu mengeluarkan mata air. Allah kemudian menyuruh Nabi Ayub mandi dengan air itu. Melalui air itu, Allah menghilangkan seluruh penyakit yang ada di tubuh Nabi Ayub. Subhanallah.

Hambaku meminta, maka akan Aku kabulkan,” demikianlah janji Allah kepada kita sebagai hamba-Nya. Bahwa dengan berdo’a dan minta, niscaya Allah akan kabulkan. Oleh karena itu, Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk selalu berdo’a setiap saat.

Allah berfirman dalam Al-qur’an :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْيَرْشُدُونَ(البقرة : 186)

Artinya: “Dan apabila hamba-hambaKU bertanya kepadaku tentang Aku, maka jawablah bahwasanya aku dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaku kepada-KU, maka hendaklah mereka memenuhi( segala perintah-KU) dan hendaklah mereka beriman kepada-KU agar mereka selalu berada di dalam kebenaran.”  (QS. Al-Baqarah : 186)

Allah swt juga berfirman: “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’”. (QS. Al-Mukmin 40: 60)

Namun, kadang kala manusia tidak sabar menunggu do’a-do’a yang mereka telah ucapkan di hadapan Allah. Ketidaksabaran itu seringkali membuat manusia marah pada Allah, karena Allah dianggap ingkar. Astagfirullah. Padahal janji Allah itu pasti. Tidak seperti janji manusia yang sering ingkar.

Jika Allah tidak ingkar, mengapa dalam kenyataannya begitu sulit do’a itu dikabulkan?

Kapasitas pengetahuan manusia itu terbatas. Keterbatasan itu membuat kita seringkali merasa, Allah itu telah mendzolimi umat-Nya. Padahal manusia merasa sudah banyak berdo’a agar permohonan mereka terkabul. Bahkan setelah mencari-cari tempat yang makbul, do’a yang makbul serta cara yang makbul sekalipun, belum tentu do’a manusia dikabulkan. Hal tersebut tentu saja dapat atau mudah membuat orang menjadi frustasi. Tak heran, karena frustasi, banyak orang menjadi nekat untuk meminta kepada selain Allah, entah itu melalui dukun ataupun menjual jiwanya kepada syaitan. Astagfirullah. Sungguh sangat disayangkan jika hal itu terjadi. Demi terpenuhi keinginan duniawi, manusia sampai rela bermusyrik diri.

Saudaraku, Allah swt adalah sang penerima taubat. Hanya saja, ada do’a yang  tidak secara langsung di-istijabah oleh Allah dan ada juga yang tidak. Jika tidak di-istijabah, itu artinya Allah ingin menguji hamba-Nya sampai di mana batas kesabaran dalam berdo’a. Bisa saja do’a terkabulkan baru satu atau dua hari ke depan, atau bahkan beberapa bulan atau berapa tahun ke depan. Yang pasti, kita sebagai hamba-Nya tetap konsisten dan sabar untuk berdo’a, karena Insya Allah do’a kita akan dikabulkan oleh Allah swt,

Ada kemungkinan, do’a seseorang sulit atau bahkan tidak terkabulkan oleh Allah, karena beberapa sebab. Pertama, mungkin dari segi ibadah atau cara mendekatkan diri kepada Allah (taqorrup ilallah), kita masih kurang tepat. Kedua, bagaimana segi muamalah atau tingkah laku kita pada manusia lain. Sebab, dalam hadist Rasulullah Saw berkata: “Sayangilah siapah atau apa saja yang ada di bumi, niscaya engkau akan di sayangi siapah yang di langit, yaitu Allah swt”.

Ketiga, penyebab lain adalah tergantung apa yang mereka makan, minum, dan pakaian yang dikenakan manusia tersebut. Yakni bagaimana barang-barang itu diperoleh. Apakah dari hasil uang halal atau malah sebaliknya haram?

Dari Abu Hurairah RA dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan kaum mukminin dengan perintah yang juga Dia tujukan kepada para rasul, “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mukminun: 51)

Terakhir, penyebab do’a tak terkabul adalah ketidaksabaran kita. Bahwa Allah tidak suka pada orang yang tidak sabar. Allah tidak suka pada mereka terburu-buru ingin cepat dikabulkan do’anya, namun ketika do’a belum terkabul, mereka berbuat maksiat dan meninggalkan kewajiban, serta membiarkan kejahatan.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa bersyukur dan dimudahkan dalam segala urusan. Amiin. Kita pun semoga menjadi orang yang selalu diberikan kesabaran, sehingga kita selalu memohon do’a dalam keadaan susah maupun senang. Waffaqumullah jamii’an. (Muhammad Aly El-Bhoney)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s